18 IKON PEMBEDA BARAT DAN TIMUR
18 Ikon Lucu Perbedaan Orang Barat dan Timur. Ikon-ikon lucu dan unik yang diciptakan oleh seorang cewek bernama Yang Liu dari China tapi berpendidikan di Jerman. Ikon-ikon lucu dan logo unik ini dibuat oleh Yang Liu untuk menggambarkan perbedaan antara budaya Barat dan budaya Timur. Ternyata banyak perbedaan yang unik aneh dan lucu.
Ada 18 Ikon Lucu dan Unik dibawah ini yang sangat simple tapi bener2 bisa diartikan secara luas dgn mudah. logo biru buat orang barat, yang merah buat orang timur. Langsung kita liat aja yuk..
1. KEMARAHAN
Apabila orang bule marah, maka kita akan dengan mudah tau bahwa dia marah melalui body language nya.
Kalo di budaya Timur, kita akan susah mengetahui apakah seseorang lagi marah atau gak. Kadang tersenyum dan tetap ramah tpi dalam hati dongkol setengah mati.
2. RELASI
Orang bule kebanyakan hanya menjalin hubungan dengan orang2 tertentu saja. Kalo butuh ya berhubungan kalo ga butuh ya udah.
Kalo orang Timur berhubungan dengan banyak orang. Semua jadi relasi. Semakin banyak relasi, bisnis jadi lancar hehe . Betul gak gan?
3. DEFINISI KECANTIKAN
Di kebudayaan Timur, semakin putih cewek, semakin cantik dia. Liat saja iklan2 skin whitener yg merajalela dimana2. Cewek2 yang sangat terobsesi jg sangat takut terkena sinar matahari. Pake baju lengan panjang ato jaket jika pergi keluar ato pake payung.
Bandingkan di negara2 barat dimana orang lebih suka dengan kulit yang agak berwarna. Coba saja liat di pantai2 di kuta, yg seneng berjemur sapa saja kalo ga bule2.4. HARI-HARI TUA
Sekarang di sini kita liat saja, banyak kan kakek nenek yang sedang momong cucunya. Sementara orang tua mereka sedang bekerja, yg momong anak ya embah2nya. Sangat menyenangkan bagi mereka untuk menghabiskan hari2 tua dengan momong cucu.
Beda sekali di negara barat. Karena karakter “independence” orang bule, maka kebanyakan begitu pula pilihan mereka menghabiskan hari tua. Jarang sekali ada orang tua yang tinggal bersama dengan anaknya.
5. DI RESTORAN
Coba kita restoran di sini, pasti rame banget kan gan? bahkan ada yg ketawa ketiwi dan berisik deh. Kalo orang bule, di restoran bisik2 ngomongnya gan.
6. SAYA
Orang bule selalu berfikir tentang SAYA. Sementara kita selalu berfikir sebagai bagian kecil dari suatu kelompok.
7. CARA MENGATASI MASALAH
Perbedaan ini yang kadang bikin orang bule yang tinggal di Asia jadi frustasi. Karena cara orang Asia untuk mengatasi suatu masalah itu begitu mbulet gan. Kadang malah masalah utamanya ga terselesaikan. Yang penting tetap jalan walopun masalah ga selesai. Beda ama bule yg frontal dalam menyelesaikan masalah.
8. ANTRIAN
Nah yang ini keknya kita semua sudah tau adat kita kalo pas antri. Berantakan gan. Siapa cepat dia duluan dah. Gara2 ini, untuk lebih mengajarkan kesopanan dlm ngantri di China sesaat sebelum Olimpiade dilaksanakan disana, tiap bulan sekali diadakan Hari Antri Nasional gan.
10. WAKTU MANDI
Orang Bule suka mandi waktu hari panas. Orang kite sukanya mandi sebelum matahari terbit gan.
11. JALAN2 HARI MINGGU
Karena keindividualisannya, orang bule lebih suka istirahat dg menyendiri saja. ga suka di keramaian. lha wong istirahat tpi kok ke tempat rame, mungkin gitu mikirnya. Kalo di kita, waktu libur enak ke mall dong. cari tempat2 yang rame buat kongkow.
12. ANAK-ANAK
Lihatlah kita, kita akan bekerja sekuat tenaga demi anak2 kita. Demi keturunan kita. Untuk anak2 bule, mereka dibiasakan mandiri sedari kecil. Mereka harus terbiasa sendiri dan sebisa mungkin tanpa bantuan orang tua.
13. DI PESTADi pesta orang bule, biasanya berbincang2 secara terpisah gitu. Paling bergerombol 2~4 orang lah. Di indonesia, lebih seru kan kalo bareng2 acaranya. diatur ama MC gitu kan. Jadi ga terpisah2 gitu. kalo gitu mendingan jalan sendiri ajah deh.
14. TRANSPORTASI
Jaman dulu orang bule taon 70an dah pake mobil gan. sekarang ganti naek sepeda atas nama generasi hijau katanya. di indonesia dulu pake sepeda (itupun yang berduit yah) karena mobil langka gan. sekarang jakarta macet gara2 banyak mobil.
15. BOS
Di perusahaan2 barat, bos itu part of the team. Dia bagian dari tim. Tpi kalo di perusahaan2 asia, bos itu spt dewa gan. Takutnya minta ampun lah kalo sama bos. bos salah ajah, anak buah ga ada yg berani nentang ato protes.
16. TRAVELING
Orang bule traveling buat liat pemandangan yang seger2. kalo kita yang penting poto2nya dong.
17. WAY OF LIFE
Dari ikon nya ajah dah ketahuan kan.
18. MAKANAN
Orang bule suka makanan asia yang sehat dan penuh sayur dan rempah. Sementara kita suka makanan yg kebarat2an biar dianggap gaya dan ga ketinggalan jaman.
18 Ikon Lucu Perbedaan Orang Barat dan Timur yang menggambarkan sebuah kultur dan kebiasaan antara orang barat [bule] dan orang asia [kita"..].. ternyata unik juga..
FOTO-FOTO TERBAIK DI DUNIA

Gambar ini diambil oleh Potograper National Geographic Steve McCurry.
Gadis di poto ini adalah Sharbat Gula salah satu murid di sekolah pusat penampungan pengungsi Afghanistan.
Yang menjadikanfoto ini terkenal adalah karena jarang ada kesempatan untuk mengabadikan profil wajah wanita Afghan.
Sharbat Gula diperkirakan 12 tahun pada saat gambar ini diambil.
Photographer : Steve McCurry, Source: nationalgeographic.com

Poto ini berhasil mendapat penghargaaan Pulitzer.
Poto ini diambil pada tahun 1994, pada saat bencana kelaparan di Sudan. Yang menggambarkan seorang anak merangkak menuju sebuah kamp Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang terletak beberapa kilometer.
Dan juga seekor burung bangkai yang sedang menunggu anak itu mati untuk dimakan.
Poto ini membuat terkejut seluruh dunia.
Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang terjadi pada anak itu, termasuk si potograper Kevin Carter yang meninggalkan tempat segera setelah foto diambil.
Tiga bulan kemudian Kevin Carter melakukan bunuh diri karena depresi.
Photographer : Kevin Carter

Poto ini, foto turis yang telah di diedit disotosop serangan setelah 11 September 2001. Turis di poto ini adalah Peter Guzli.
Ada pihak yang menyatakan bahwa gambar tersebut berasal dari kamera yang ditemukan di reruntuhan di Ground Zero.
Poto ini memenangkan penghargaan best 9/11 Photoshopped picture contest.
Photographer: Photoshop
4. Burning Monk – The Self-Immolation (1963)

Juni, 11 1963. Thich Quang Duc, Biksu Buddha Vietnam membakar dirinya idup2 sampe mati di tengah2 jalan.
Dia nglakuin itu sebagai bentuk protes terhadap tindakan represif pemerintah Vietnam selatan dan meminta persamaan hak umat Buddha dengan umat Katolik
Photographer : Malcolm Browne

Poto ini berhasil meraih Pulitzer Breaking News Photography 2007.
Testimoni buat poto ini :
“Awarded to Oded Balilty of The Associated Press for his powerful photograph of a lone Jewish woman defying Israeli security forces as they remove illegal settlers in the West Bank”.
Photographer : Oded Balilty (Associated Press)


Poto ini aslinya bukan dari jepretan kamera gan. Tapi dari skrinsut pidio.
Yang menggambarkan momen dimana seorang warga Palestina Jamil ad-Durra sedang berusaha melindungi anaknya dari hujan peluru tentara Israel.
Reporter TV dari BBC yang mengambil gambar cuma bisa pasrah menyaksikan Jamil ad-Dura beserta anaknya Mohammed terjebak dan hanya bersembunyi dibalik tong diantara kontak senjata tentara Israel dengan milisi Palestina.
Mohammed meninggal dalam peristiwa ini. Sedangkan Jamil ad-Durra selamat dengan luka serius. Supir ambulans yang berusaha menolong mereka juga mati gan 
Image from : BBC

Siapa yang gak kenal Albert Einstein?
Dianggap sebagai salah satu orang terjenius yang udah nemuin Teori Relativitas.
Tapi ternyata Einstein juga punya sisi humoris. Gak seperti yang dibayangkan orang kalo orang jenius itu pasti serius.
Buktinya ada di poto ini. yang diambil 14 Maret, 1951
Photographer : Arthur Sasse, © Bettmann/CORBIS

Menggambarkan 11 orang pekerja yang sedang menikmati santap siang di lantai 69 gedung GE.
Poto ini diambil pada 29 September, 1932. Dan ditampilkan New York Herald Tribune Sunday Photo Supplement pada tanggal 2 Oktober.
Photographer : Charles C. Ebbets

Ini adalah poto yang paling terkenal seantero Kanada…CMIIW
Krisis Oka adalah perebutan tanah antara Mohawks Nation dan Oka, Quebec. Yang dimulai pada 11 Maret 1990 sampai 26 September 1990
Photographer : Shaney Komulainen

Dua tentara Uni Sovyet Raqymzhan Qoshqarbaev dan Georgij Bulatov mengibarkan bendera diatas atap gedung Reichstag Berlin, Jerman, May 1945.
Menandakan kekalahan Jerman di Front Timur
Photographer : Yevgeny Khaldei (1917-1997)

Diana Bryant dan anaknya yang masih kecil terjun karena panik akibat kebakaran.
Diana Bryant tewas sedangkan anaknya selamat karena dapat ditangkap oleh seorang anggota pemadam kebakaran.
Poto ini mendapat [enghargaan Pulitzer dan merubah standar prosedur penyelamatan Dinas Pemadam kebakaran di kemudian hari.
Photographer : Stanley J. Forman

Poto yang menggambarkan pemisahan keran air minum bagi warga kulit putih dan kulit berwarna di North Carolina, USA.
Photographer : Elliott Erwitt

Poto ini masuk nominasi penghargaan Pulitzer.
Poto ini menceritakan bagaiman pengungsi kosovo memindahkan Agim Shala seorang bocah berusia 2 tahun melewati pagar berduri.
Photographer : Carol Guzy Source (washingtonpost.com)

Kalo poto yang ini neh ane yakin agan2 semua sering liat.
Diambil pas demo mahasiswa di Tiananmen Square. Kesimpangsiuran brita banyak yang bilang kalo orang itu dilindes tank.
Sebenernya gak dilindes gan. Tapi setelah momen ini baru Tiananmen Square berubah jadi lautan darah.
Photographer : Stuart Franklin Magnum

Pulitzer Prize for Spot News Photography in 1996.
Pada pukul 9:02 19 April 1995. Timothy McVeigh, veteran perang Teluk ngeledakin bom berkekuatan 4800 lbs. Hasilnya meluluhlantakkan Gedung Pemerintah Federal Alfred P. Murrah dan menewaskan 168 orang.
Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu serangan teroris terburuk dalam sejarah Amerika. Photographer : Charles Porter
PAHAMAN TENTANG PERUBAHAN POLA KONFLIK
Dunia politik memasuki fase baru, dan intelektual tidak ragu-ragu untuk mengembangkan visi dari apa yang akan menjadi akhir sejarah, kembalinya persaingan tradisional antara negara-bangsa, dan merosotnya negara bangsa karena konflik muncul dari globalisme. Masing-masing aspek visi menangkap realitas yang muncul.
Ini adalah hipotesis bahwa sumber utama konflik dalam dunia baru ini tidak bersumber terutamakare3na pandangan ideologis atau ekonomi. Pembagian besar di antara umat manusia mendominasi konflik akan budaya. Negara-bangsa akan tetap menjadi aktor paling kuat dalam urusan dunia, tetapi konflik utama dari politik global akan terjadi antara negara dan kelompok dari peradaban yang berbeda. Benturan peradaban akan garis pertempuran masa depan.
Konflik antara peradaban akan menjadi fase terakhir dari evolusi konflik dalam dunia modern. Untuk satu setengah abad setelah munculnya sistemelibatkan para pangeran – kaisar, raja-raja absolut dan monarki konstitusional berusaha memperluas birokrasi mereka, tentara mereka, penguasaan kekuatan ekonomi, yang paling penting, wilayah yang mereka memerintah. Dalam proses ini mereka menciptakan negara-bangsa, dan mulai dengan Revolusi Prancis garis utama konflik adalah antara bangsa-bangsa bukan pangeran. Pola abad kesembilan belas berlangsung sampai akhir Perang Dunia I. Kemudian, sebagai akibat dari Revolusi Rusia dan reaksi terhadap hal itu, konflik negara-negara menjadi konflik ideologi, pertama di antara komunisme, fasisme-Nazisme dan demokrasi liberal , dan kemudian antara komunisme dan demokrasi liberal. Selama Perang Dingin, konflik yang terakhir menjadi yang terkandung dalam perjuangan antara dua negara adidaya, baik yang merupakan negara bangsa dalam pengertian klasik Eropa dan masing-masing mendefinisikan identitas dalam hal ideologi.
Konflik-konflik antara pangeran, negara bangsa dan ideologi terutama konflik di dalam peradaban. Dalam politik peradaban, masyarakat dan pemerintah peradaban non-Barat tidak lagi tetap objek sejarah sebagai sasaran kolonialisme Barat, tetapi bergabung dengan Barat sebagai penggerak dan pembentuk sejarah.
Pasang Iklan Di Google Dengan AdWords
Google AdWords adalah sebuah layanan beriklan yang dikeluarkan oleh google dimana Anda bisa mendaftarkan website atau halaman promosi produk Anda untuk ditampilkan pada halaman hasil pencarian dan di seluruh jaringan yang bekerja sama dengan google.
Tampilan ini berupa iklan teks atau gambar yang akan ditampilkan sesuai dengan kata kunci yang dicari pada mesin pencari atau di seluruh jaringan google yang setema dengan kata kunci yang kita target.
Pada halaman pencarian, iklan yang kita daftarkan melalui google adwords biasanya muncul pada bagian atas dan atau pada bagian kanan atas hasil pencarian. Selain itu iklan juga muncul pada website/blog yang memasang kode google AdSense. Dan beberapa tempat lagi yang memang ada kerja sama dengan pihak google.
Layanan google adwords adalah layanan berbayar. Anda akan membayar setiap ada yang mengklik iklan Anda. Makanya banyak menyebutnya dengan layanan pay per click atau cost per click.
Verifikasi Paypal Menggunakan Kode Bank Lokal
Baru-baru ini saya coba untuk verifikasi rekening paypal saya dengan cara manual. ada beberapa proses yang diminta untuk verifikasinya. salah satunya paypal minta untuk memasukkan kode bank sesuai Nomor Rekening yang digunakan untuk prosesnya. misalnya saya pakai rekening BRI kode banknya ya 0020307.. buat yang lain semoga bermanfaat yah….
BANK NAME : Bank Kode
BANK INDONESIA 0010016
PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk 0020307
PT. BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO) 0030012
PT. BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. 0080606
PT. BANK NEGARA INDONESIA 1946 (Persero) Tbk. 0090010
BNI SYARIAH 0090010
PT. BANK DANAMON INDONESIA INDONESIA Tbk 0111274
PT. BANK PERMATA Tbk. 0130307
PT. BANK CENTRAL ASIA Tbk. 0140012
PT. BANK INTERNATIONAL INDONESIA Tbk. 0160131
PT. BANK PAN INDONESIA Tbk. / PT. PANIN BANK Tbk. 0190017
PT. BANK NIAGA Tbk. 0220026
PT. BANK UOB BUANA, TBK 0230016
PT. LIPPO BANK 0261399
PT. BANK NILAI INTI SARI PENJIMPAN Tbk. 0280024
AMERICAN EXPRESS BANK LTD. 0300302
CITIBANK NA 0310305
JPMORGAN CHASE BANK, NA 0320308
BANK OF AMERICA , NA 0330301
PT. BANK MULTICOR / PT. BANK WINDU KENTJANA INTERNASIONAL 0360300
PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, TBK 0370028
THE BANGKOK BANK PCL 0400309
THE HONGKONG and SHANGHAI BANKING CORP 0410302
THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD. 0420305
PT. BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA 0450304
PT. BANK DBS INDONESIA 0460307
PT. BANK RESONA PERDANIA 0470300
PT. BANK MIZUHO INDONESIA 0480303
STANDARD CHARTERED BANK 0500306
ALGEMENE BANK NEDERLAND AMRO BANK N.V. / ABN AMRO BANK NV. 0520302
PT. BANK CAPITAL INDONESIA 0540308
PT. BANK BNP PARIBAS INDONESIA 0570307
PT. BANK UOB INDONESIA 0580300
KOREA EXCHANGE BANK DANAMON / PT. BANK KEB INDONESIA 0590303
PT. BANK RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA 0600303
PT. ANZ PANIN BANK 0610306
DEUTSCHE BANK AG 0670304
PT. BANK WOORI INDONESIA 0680307
BANK OF CHINA LIMITED 0690300
PT. BANK BUMI ARTA 0760010
PT. BANK EKONOMI RAHARJA 0870010
PT. BANK ANTAR DAERAH 0880055
PT. HAGABANK INDONESIA / PT. BANK HAGA 0890016
PT. BANK IFI 0930015
PT. BANK CENTURY Tbk. 0950011
BANK MAYAPADA INTERNATIONAL / PT. BANK MAYAPADA Tbk. 0970017
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT / PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JABAR DAN BANTEN 1100093
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI JAKARTA / BANK DKI 1110164
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH DIY / YOGYAKARTA 1120015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH 1130348
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JATIM 1140383
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAMBI 1150014
PT. BPD ISTIMEWA ACEH 1160033
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMUT 1170201
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT / PT. BANK NAGARI 1180259
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH RIAU 1190016
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA SELATAN 1200142
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH LAMPUNG 1210051
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN 1220012
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN BARAT 1230015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR 1240018
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALTENG 1250011
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI SELATAN 1260027
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA 1270091
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH NTB / NUSA TENGGARA BARAT 1280010
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI 1290013
BANK PEMBANGUNAN DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR 1300013
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH MALUKU 1310016
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH PAPUA 1320019
PT. BPD BENGKULU 1330012
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGAH 1340015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA 1350018
PT. BANK NUSANTARA PARAHYANGAN 1450028
PT. BANK SWADESI Tbk. 1460021
BANK MUAMALAT INDONESIA / PT. BANK MUAMALAT INDONESIA 1470011
PT. BANK MESTIKA DHARMA 1510049
PT. BANK METRO EKSPRESS 1520013
PT. BANK SINARMAS 1530016
PT. BANK MASPION INDONESIA 1570021
PT. BANK HAGAKITA 1590014
PT. BANK GANESHA 1610017
PT.HALIM INDONESIA BANK / PT. BANK HALIM INDONESIA / PT. BANK ICBC INDONESIA 1640058
PT. BANK HARMONI INTERNASIONAL 1660012
PT. BANK KESAWAN 1670099
PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) / PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) SYARIAH 2000024
PT. BANK HS 1906 / PT. Bank Himpunan Saudara 2120027
B.T. PENSIUNAN NASIONAL / PT. BANK BTPN / PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL 2130101
PT. BANK SWAGUNA 4050072
PT. BANK JASA ARTA 4220051
PT. BANK MEGA Tbk. 4260176
PT. BANK UMUM KOPERASI INDONESIA (BUKOPIN) / PT. BANK BUKOPIN Tbk. 4410010
PT. BANK SYARIAH MANDIRI Tbk. 4510017
PT. BANK BISNIS INTERNATIONAL 4590037
PT. BANK SRI PARTHA 4660019
PT. BANK JASA JAKARTA 4720014
PT. BANK BINTANG MANUNGGAL / PT. BANK HANA 4840017
PT. BANK BUMI PUTERA Tbk. 4850010
PT. BANK YUDHA BHAKTI 4900012
PT. BANK MITRANIAGA 4910015
PT. AGRONIAGA BANK 4940014
PT. BANK INDOMONEX 4980016
PT. BANK ROYAL INDONESIA 5010011
ALFINDO SEJAHTERA BANK / PT. BANK ALFINDO 5030017
PT. BANK SYARIAH MEGA INDONESIA 5060016
PT. BANK INA PERDANA 5130014
PT. BANK HARFA 5170016
PT. PRIMA MASTER BANK 5200025
PT. BANK PERSYARIKATAN INDONESIA 5210031
PT. BANK DIPO INTERNATIONAL 5230011
PT. BANK AKITA 5250046
PT. BANK LIMAN INTERNATIONAL 5260010
PT. ANGLOMAS INTERNATIONAL BANK 5310012
PT. BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI 5350014
PT. BANK UIB 5360017
PT. BANK ARTOS INDONESIA 5420025
PT. BANK PURBA DANARTA 5470017
PT. BANK MULTIARTA SENTOSA 5480010
PT. BANK MAYORA INDONESIA 5530012
PT. BANK INDEX SELINDO 5550018
PT. BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL 5580017
PT. CENTRATAMA NASIONAL BANK 5590036
PT. BANK FAMA INTERNATIONAL 5620029
PT. BANK SINAR HARAPAN BALI 5640012
PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL 5660018
PT. BANK HARDA INTERNASIONAL 5670011
PT. BANK FINCONESIA 9450305
PT. BANK MAYBANK INDOCORP 9470301
PT. BANK OCBC INDONESIA 9480304
PT. BANK CHINATRUST INDONESIA 9490307
PT. BANK COMMONWEALTH 9500307
Kode dan Praktek HTML
Bagi anda yang pengin belajar tentang penulisan kode HTML berikut adalah sedikit mengenai dasar – dasar cara penulisannya. Tulisan ini hanya memuat perintah kode HTML yang sangat sederhana. Tulisan ini mkungkin sangat cocok bagi mereka yang baru mengenal HTML.
Html singkatan dari hypertext markup language, merupakan program penulisan informasi sebuah homepage. Dalam Tulisan ini akan coba saya perkenalkan dasar – dasar penulisan Kode HTML. Sebagai latihan Anda bisa menulis kode – kode HTML berikut ke Microsoft frontpage, atau program lainnya untuk mengetahui hasil setiap perintah kode HTML. (Untuk FrontPage setelah anda membuka halaman kosong sebagai latihan tulis kode HTML di Bagian menu “HTML” kemudian untuk melihat hasilnya silahkan tekan tombol “Preview” atau “Normal” yang ada disebelahnya. Saya menyarankan pakai FrontPage karena kebanyakan program tersebut sudah terinstal di komputer.
Untuk memprktekkan kemampuan html anda dapat di lakukan di http://www.w3schools.com/html/tryit.asp?filename=tryhtml_intro adapun beberapa kode dasar dari html dapat dilihat di tabel dibawah ini.
| Huruf Tebal | <B></B> | (Bold) | |
| Huruf Miring | <I></I> | (Italic) | |
| N3.0b | Garis Bawah | <U></U> | (Underline – jarang digunakan) |
| Huruf Coret | <STRIKE></STRIKE> | (Strikeout – jarang digunakan) | |
| N3.0b | Huruf Coret | <S></S> | (Strikeout – jarang digunakan) |
| Huruf Geser Bawah | <SUB></SUB> | (Subscript) | |
| Huruf Geser Atas | <SUP></SUP> | (Superscript) | |
| Huruf Mesin Ketik | <TT></TT> | (Typewriter – huruf berjarak tetap) | |
| Pra-format (Preformatted) | <PRE></PRE> | (menampilkan dengan jarak pra-format) | |
| Jarak Huruf | <PRE WIDTH=?></PRE> | (mengatur jarak huruf) | |
| Rata Tengah | <CENTER></CENTER> [*] | (Center – berlaku untuk teks maupun gambar) | |
| N1.0 | Huruf Kedip | <BLINK></BLINK> | (Blinking – tag terlucu sampai kini) |
| Ukuran Huruf | <FONT SIZE=?></FONT> | (Font Size – boleh diisi dari 1 sampai 7) | |
| Rubah Ukuran Huruf | <FONT SIZE="+|-?"></FONT> | ||
| N1.0 | Basis Ukuran Huruf | <BASEFONT SIZE=?> | (boleh diisi 1 sampai 7; ukuran standard/default=3) |
| Warna Huruf | <FONT COLOR="#$$$$$$"></FONT> | ||
| N3.0b | Pilih Jenis Huruf | <FONT FACE="***"></FONT> | |
| N3.0b | Teks Multi Kolom | <MULTICOL COLS=?></MULTICOL> | |
| N3.0b | Jarak Batas Kolom | <MULTICOL GUTTER=?></MULTICOL> | (default = 10 pixels) |
| N3.0b | Lebar Kolom | <MULTICOL WIDTH=?></MULTICOL> | |
| N3.0b | Celah (Spacer) | <SPACER> | |
| N3.0b | Jenis Celah | <SPACER TYPE=horizontal| vertical|block> | |
| N3.0b | Ukuran Celah | <SPACER SIZE=?> | |
| N3.0b | Dimensi Celah | <SPACER WIDTH=? HEIGHT=?> | |
| N3.0b | Penataan Celah | <SPACER ALIGN=left|right|center> |
| Kepala | <H?></H?> | (Heading – spesifikasi untuk menetapkan 6 tingkatan kepala) | |
| Penataan (Align) Kepala | <H? ALIGN=LEFT|CENTER|RIGHT></H?> [*] | ||
| Bagian (Division) | <DIV></DIV> | ||
| Penataan Bagian | <DIV ALIGN=LEFT|RIGHT|CENTER></DIV> | ||
| Kutipan Blok (Block Quote) | <BLOCKQUOTE></BLOCKQUOTE> [*] | (tampilan dengan jeda terhadap batas pinggir) | |
| Penekanan (Emphasis) | <EM></EM> | (umumnya huruf miring) | |
| Penguatan (Strong Emphasis) | <STRONG></STRONG> | (umumnya huruf tebal) | |
| Kutipan singkat (Citation) | <CITE></CITE> | (umumnya huruf miring) | |
| Kode | <CODE></CODE> | (Code – untuk source code listings) | |
| Contoh Keluaran | <SAMP></SAMP> | (Sample Output) | |
| Masukan Papan Ketik | <KBD></KBD> | (Keyboard Input) | |
| Variabel | <VAR></VAR> | (Variable) | |
| Definisi | <DFN></DFN> | (Definition – jarang dipakai) | |
| Alamat Pengarang (Author’s Address) | <ADDRESS></ADDRESS> | ||
| Huruf ukuran Besar | <BIG></BIG> | ||
| Huruf Ukuran Kecil | <SMALL></SMALL> |
PILIH KOMODO MENJADI SALAH SATU KEAJAIBAN DUNIA
Pulau komodo menjadi salah satu dari
28 finalist new7wonders. inilah kesempatan kita untuk menunjukkan pada dunia bahwa ada eksotisme yang tersimpan di indonesia. dukungan melalui internet dapat melalui Link http://www.new7wonders.com/
CATATAN: 18 KEBOHONGAN PEMERINTAH
Aktivis dari berbagai LSM ikut bersuara mengkritik jalannya pemerintah Presiden SBY di periode kedua kepemimpinannya. P
ara aktivis mencatat, ada 9 kebohongan lama dan kebohongan baru yang dilakukan SBY selama menjadi kepala negera.
“Ada 9 kebohongan lama dan 9 kebohongan baru yang dilakukan rezim SBY selama pemerintahannya,” ujar aktivis dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, di Gedung PP Muhammadiyah, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2011).
9 Kebohongan lama yang dicatat para aktivis yaitu:
1. angka kemiskinan yang semakin meningkat,
2. kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi,
3. ketahanan pangan dan energi yang gagal total,
4. anggaran pendidikan yang terus menurun,
5. pemberantasan teroris yang belu maksimal,
6. penegakan HAM yang tidak ada tindak lanjut hukumnya.
7. kasus Lapindo yang penyelesaiannya belum jelas,
8. kasus Newmont yang nyatanya terus saja membuang limbah tailing ke Laut Teluk Senunu, NTB sebanyak 120 ribu ton
9. terakhir freeport sampai tahun 2011 ini,
“tidak terlihat upaya signifikan untuk melakukan renegosiasi kontrak,” kata aktivis lainnya Denny Furqon.
Selain 9 kebohongan lama itu, para aktivis ini juga mencatat 9 kebohongan baru.
1. tidak transparansi dalam menjalankan pemerintahan.
“Untuk transparansi pemerintahan kita mencatat SBY mengatakan dia menerima surat tertanggal 25 April dari Zoelick dan meminta Sri Mulyani bekerja di Bank Dunia pada 30 April. Nyatanya, yang terjadi beberapa pejabat di Kementerian Keuangan menyatakan bahwa Sri Mulyani sesungguhnya dipaksa mengundurkan diri dan ditawarkan pekerjaan di Bank Dunia sebagai jalan keluar yang tidak mempermalukannya,” beber aktivis Stevanus Gusma.
2. kebebasan beragama dan persatuan bangsa seperti yang dicanangkan SBY hanya angin lalu. Tak hanya kebebasan beragama, kebebasan pers juga hanya impian insan pers. “Untuk kebebasan beragama sepanjang tahun 2010 ini saja terjadi 33 kali penyerangan fisik atas nama agama.”
3. Dan untuk kebebasan pers LBH Pers mencatat untuh tahun 2010 ini, ada 66 kasus fisik dan non fisik yang terjadi pada insan pers. Untuk yang tewas tercata 4 kasus,” jelas Riza Damanik.
4. kasus pelecahan dan kekerasan terhadap para TKI di luar negeri nyatanya tidak pernah menghasilkan solusi yang baik dikalangan pemerintah. Tak hanya nasib TKI di dibiarkan terkatung-katung,
5.pemerintah Indonesia juga tidak bisa berbuat banyak saat Kedaulatan NKRI terkait penangkapan 3 petugas KKP beberapa waktu lalu oleh polisi Malaysia.
6. Yang paling menyedihkan, 3 dari 9 kebohongan rezim SBY menyangkut penegakan hukum di Indonesia. Slogan siap memberantas korupsi hanya terlaksana 24 persen sepanjang tahun 2010.
7. “Kasus rekening gendut perwira Polri pemiliknya masih misteri, bahkan mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan kasus ini sudah ditutup, sampai 2010 juli kami mencatat ada 122 saksi/pelapor
8. anti korupsi yang mendapat intimidasi dan kekerasan, juga dikriminalisasi.
9. Yang terakhir terkuaknya kasus plesiran tahanan Gayus Tambunan,” ungkap aktivis ICW Tama S Langkun.
Untuk suhu politik sendiri, SBY juga ternyata dinilai gagal menciptakan politik yang bersih, santun dan beretika. “Contohnya dapat kita lihat dari kasus Andi Nurpati yang menjadi pengurus DPP Demokrat dan meninggalkan sumpah jabatan di KPU,” ujar aktivis Kontras Haris Azhar. http://forum.kompas.com/nasional/34089-18-kebohongan-pemerintah.html
SEPUTAR TEKNIK EVALUASI NON TES.
Mutu pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya siswa, pengelola sekolah, lingkungan,kualitas pengajaran, kurikulum dan sebagainya (Suhartoyo, 2005). Usaha peningkatan pendidikan bisa ditempuh dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan sistem evaluasi yang baik. Keduanya saling berkaitan sistem pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas pendidikan yang baik, selanjutnya sistem penilaian yang baik akan mendorong guru untuk menentukan strategi mengajar yang baik dan memotivasi siswa untuk belajar yang lebih baik (Mardapi, 2003).
Sehubungan dengan itu, maka di dalam pembelajaran dibutuhkan guru yang tidak hanya mengajar dengan baik, namun mampu melakukan evaluasi dengan baik. Kegiatan evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran perlu lebih dioptimalkan. Evaluasi tidak hanya bertumpu pada penilaian hasil belajar, namun perlu penilaian terhadap input, output dan kualitas proses pembelajaran itu sendiri.
Dalam makalah ini, kami menyajikan beberapa hal tentang teknik evaluasi yang dapat digunakan dalam penilaian terhadap anak didik, baik itu tentang kemampuan belajar, sikap, keterampilan, sifat, bakat, minat dan kepribadian. Adapun teknik yang akan dijelaskan dalam makalah ini adalah teknik nontes. Salah satu teknik yang sangat membantu dalam penilaian terhadap hal-hal yang bersangkutan dengan siswa.
A. Pengertian Tehnik Nontes
Alat penilaian dapat berarti teknik evaluasi. Tehnik evaluasi nontes berarti melaksanakan penilain dengan tidak mengunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu maupun secara kelompok.
Alat penilaian yang non-test, yang biasanya menyertai atau inheren dalam pelaksanaan proses belajar mengajar sangat banyak macamnya. Di antaranya bisa disebutkan adalah observasi (baik dengan cara langsung, tak langsung, maupun partisipasi), wawancara (terstruktur atau bebas), angket (tertutup atau terbuka), sosiometri, checklist, concept map, portfolio, student
journal, pertanyaan-pertanyaan, dan sebagainya.
Keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar tidak dapat diukur dengan alat tes. Sebab masih banyak aspek-aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup objektifitas misalnya aspek efektif psikomotor.
Penggolongan Tehnik Nontes
1) Observasi
Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakuya. Secara umum observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.
Observasi dapat dilakukan pada berbagi tempat misalnya kelas pada waktu pelajaran, dihalaman sekolah pada waktu bermain, dilapangan pada waktu murid olah raga, upacara dan lain-lain.
a. Cara dan Tujuan Observasi
Menurut cara dan tujuannya observasi dapat dibedakan menjadi 3 macam:
1) Observasi partisipatif dan nonpartisipatif
Observasi partisipatif adalah observasi dimana orang yang mengobservasi (observer) ikut
ambil bagian alam kegiatan yang dilakukan oleh objek yang diamatinya. Sedangkan observasi nonpartisipatif, observasi tidak mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh objeknya. Atau evaluator berada “diluar garis” seolah-olah sebagai penonton belaka. Contoh observasi partisipatif : Misalnya guru mengamati setiap anak. Kalau observasi nonpartisipatif, guru hanya sebagai pengamat, dan tidak ikut bermain.
2) Observasi sistematis dan observasi nonsitematis
Observasi sistematis adalah observasi yang sebelum dilakukan, observer sudah mengatur
sruktur yang berisi kategori atau kriteria, masalah yang akan diamati
Sedangkan observasi nonsistematis yaitu apabila dalam pengamatan tidak terdapat stuktur
ketegori yang akan diamati.
Contoh observasi sistematis misalnya guru yang sedang mngamati anak-anak menanam bunga. Disini sebelum guru melaksanakan observasi sudah membuat kategori-kategori yang akan diamati, misalnya tentang: kerajinan, kesiapan, kedisiplinan, ketangkasan, kerjasama dan kebersihan. Kemudian ketegori-kategori itu dicocokkan dengan tingkah laku murid dalam menanam bunga.
Kalau observasi nonsistematis maka guru tidak membuat kategori-kategori diatas, tetapi
langsung mengamati anak yang sedang menanam bunga.
3) Observasi Eksperimental
Observasi eksperimental adalah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif tetapi
sistematis. Tujuannya untuk mengetahui atau melihat perubahan, gejala-gejala sebagai
akibat dari situasi yang sengaja diadakan.
Sebagai alat evaluasi , observasi digunakan untuk:
a) Menilai minat, sikap dan nilai yang terkandung dalam diri siswa.
b) Melihat proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa maupun kelompok.
c) Suatu tes essay / obyektif tidak dapat menunjukan seberapa kemampuan siswa dapat menjelaskan pendapatnya secara lisan, dalam bekerja kelompok dan juga kemampuan siswa dalam mengumpulkan data
b. Sifat Observasi
Observasi yang baik dan tepat harus memilki sifat-sifat tertentu yaitu:
1. Hanya dilakukan sesuai dengan tujuan pengajaran
2. Direncanakan secara sistematis
3. Hasilnya dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan
4. Dapat diperika validitas, rehabilitas dan ketelitiaanya.
c. Kelebihan dan Kelemahan Observasi
Observasi sebagai alat penilain nontes, mempunyai beberapa kelebihan, antara lain:
1. Observasi dapat memperoleh data sebagai aspek tingkah laku anak.
2. Dalam observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu
gejala atau kejadian yang penting
3. Observasi dapat dilakukan untuk melengkapi dan mencek data yang diperoleh dari
teknik lain, misalnya wawancara atau angket
4. Observer tidak perlu mengunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek yang diamati, kalaupun menggunakan, maka hanya sebentar dan tidak langsung memegang peran.
Selain keuntungan diatas, observer juga mempunyai beberapa kelemahan, antara lain:
1. Observer tiidak dapat mengungkapkan kehidupan pribadi seseorag yang sangat dirahasiakan. Apabila seseorang yang diamati sengaja merahasiakan kehidupannya maka tidak dapat diketahui dengan observasi. Misalnya mengamati anak yang menyayi, dia kelihatan gembira, lincah . Tetapi belum tentu hatinya gembira, dan bahagia. Mungkin sebaliknya, dia sedih dan duka tetapi dirahasiakan.
2. Apabila si objek yang diobservasikan mengetahui kalau sedang diobservasi maka tidak
mustahil tingkah lakunya dibuat-buat, agar observer merasa senang.
3. Observer banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak dapat dapat dikontrol
sebelumya.
Langkah-langkah menyusun observasi :
1. Merumuskan tujuan
2. Merumuskan kegiatan
3. Menyusun langkah-langkah
4. Menyusun kisi-kisi
5. Menyusun panduan observasi
6. Menyusun alat penilaian
2) Wawancara (Interview)
Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali. wawancara dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada informasi-informasi yang diperlukan saja.
Wawancara adalah suatu tehnik penilain yang dilakukan dengan jalan percakapan (dialog) baik secara langsung (face to pace relition) secara langsung apabila wawancara itu dilakukan kepada orang lain misalnya kepada orang tuannya atau kepada temanya. Keberhasilan wawancara sebagai alat penilaian sangat dipengaruhi oleh beberapa hal :
a. Hubungan baik pewawancara dengan anak yang diwawancarai. Dalam hal ini
hendaknya pewawancara dapat menyesuikan diri dengan orang yang diwawancarai
b. Keterampilan pewawancara
Keterampilan pewawancara sangat besar pengaruhnya terhadap hasil wawancara yang dilakukan, karena guru perlu melatih diri agar meiliki keterampilan dalam melaksanakan wawancara.
c. Pedoman wawancara
Keberhasilan wawancara juga sangat dipengaruhi oleh pedoman yang dibuat oleh guru sebelum guru melaksanakan wawancara harus membuat pedoman-pedoman secara terperinci, tentang pertanyaan yang akan diajukan.
Langkah-langkah penyusunan wawancara :
1. Perumusan tujuan
2. Perumusan kegiatan atau aspek-aspek yang dinilai
3. Penyusunan kisi-kisi
4. Penyusunan pedoman wawancara
5. Lembaran penilaian
Kelebihan dan kelemahan wawancara
Kelebihan wawancara yaitu :
1. Wawancara dapat memberikan keterangan keadan pribadi hal ini tergantung pada
hubungan baik antara pewawancara dengan objek
2. Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah dalam pelaksaannya
3. Wawancara dapat dilaksanakan serempak dengan observasi
Data tentang keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat dibandingkan
dengan observasi dan angket.
4. Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara si pewawancara dengan
objek.
Sedangkan Kelemahan wawancara:
1. Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu
yang diwawancarai
2. Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksaan
wawancara
3. Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan sempurna dari
pewawancara
4. Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil
wawancara
Ada dua jenis wawancara yang dapat pergunakan sebagai alat evaluasi, yaitu:
a.Wawancara terpimpin (Guided Interview) yang juga sering dikenal dengan istilah
wawancara berstruktur (Structured Interview) atau wawancara sistematis (Systematic
Interview).
b.Wawancara tidak terpimpin (Un-Guided Interview) yang sering dikenal dengan istilah
wawancata sederhana (Simple Interview) atau wawancara tidak sistematis (Non-Systematic
Interview), atau wawancara bebas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan didalam guru sebagai pewawancara yaitu:
a.Guru yang akan mengadakan wawancara harus mempunyai back ground tentang apa
yang akan ditanyakan
b. Guru harus menjalankan wawancara dengan baik tentang maksud wawancara tersebut
c. Harus menjaga hubungan yang baik
d. Guru harus mempunyai sifat yang dapat dipercaya
e. Pertanyaan hendaknya dilakukan dengan hati-hati, teliti dan kalimatnya jelas
f. Hindarkan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya wawancara
g. Guru harus mengunakan bahasa sesuai kemampuan siswa yang menjadi sumber data
h. Hindari kevakuman pembicaraan yang terlalu lama
i. Guru harus mengobrol dalam wawancara
j. Batasi waktu wawancara
k. Hindari penonjolan aku dari guru
3) Angket (Questionaire)
Pada dasarnya angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Pada umumnya tujuan penggunaan angket atau kuesioner dalam proses pembelajaran terutama adalah untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka.
Angket sebagai alat penilaian nontes dapat dilaksanakan secara langsung maupun secara tidak langsung. Dilaksanakan secara langsung apabila angket itu diberikan kepada anak yang dinilai atau dimintai keterangan sedangkan dilaksanakan secara tidak langsung apabila nagket itu diberikan kepada orang untuk dimintai keterangan tentang keadaan orang lain. Misalnya diberikan kepada orangtuanya, atau diberikan kepada temannya.
Angket adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Dari segi yang memberikan jawaban, angket dibagi menjadi angket langsung angket tidak langsung. Angket langsung adalah angket yang dijawab langsung oleh orang yang diminta jawabannya. Sedangkan angket tidak langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan mengetahui si penjawab seperti contoh, apabila yang hendak dimintai jawaban adalah seseorang yang buta huruf maka dapat dibantu oleh anak, tetangga atau anggota keluarganya. Dan bila ditinjau dari segi cara menjawab maka angket terbagi menjadi angket tertutup dan angket terbuka. Angket tertututp adalah daftar pertanyaan yang memiliki dua atau lebih jawaban dan si penjawab hanya memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai. Sedangkan angket terbuka adalah daftar pertanyaan dimana si penjawab diperkenankan memberikan jawaban dan pendapatnya secara terperinci sesuai dengan apa yang ia ketahui.
Ditinjau dari strukturnya, angket dapat dibagi menadi 2 macam, yaitu angket berstuktur dan angket tidak berstuktur. Angket berstuktur adalah angket yang bersifat tegas, jelas, dengan model pertanyan yang terbatas, singkat dan membutuhkan jawaban tegas dan terbatas pula. Sedangkan angket tidak berstruktur adalah angket yang membutuhkan jawaban uraian panjang, dari anak, dan bebas. Yang biasanya anak dituntut untuk memberi penjelasan- penjelasan, alasan-alasan terbuka.
Angket sebagai alat penilaian terhadap sikap tingkah laku, bakat, kemampuan, minat anak,
mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan angket antara lain:
1. Dengan angket kita dapat memperoleh data dari sejumlah anak yang banyak yang hanya
membutuhkan waktu yang sigkat.
2. Setiap anak dapat memperoleh sejumlah pertanyaan yang sama
3. Dengan angket anak pengaruh subjektif dari guru dapat dihindarkan
Sedangkan kelemahan angket, antara lain:
1. Pertanyaan yang diberikan melalui angket adalah terbatas, sehingga apabila ada hal-hal
yang kurang jelas maka sulit untuk diterangkan kembali
2. Kadang-kadang pertanyaan yang diberikan tidak dijawab oleh semua anak, atau mungkin dijawab tetapi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Karena anak merasa bebas menjawab dan tidak diawasi secara mendetail.
3. Ada kemungkinan angket yang diberikan tidak dapat dikumpulkan semua, sebab banyak anak yang merasa kurang perlu hasil dari angket yang diterima, sehingga tidak memberikan kembali angketnya.
Langkah-langkah menyusun angket :
1. Merumuskan tujuan
2. Merumuskan kegiatan
3. Menyusun langkah-langkah
4. Menyusun kisi-kisi
5. Menyusun panduan angket
6. Menyusun alat penilaian
4). Pemeriksaan Dokumen (Ducumentary Analisis)
Evaluasi mengenai kemajuan, perkembangan atau keberhasilan belajar peserta didik tanpa menguji (tehnik nontes) juga dapat dilengkapi atau diperkaya dengan cara melakukan pemerikasaan terhadap dokumen-dokumen; misalnya dokumen yang memuat infomasi mengenai riwayat hidup (auto biography).
Riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subjek evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian kebiasaan atau sikap dari obyek yang dinilai.
Berbagai informasi, baik mengenai peserta didik, orangtua dan lingkungannya itu bukan tidak mungkin pada saat-saat tertentu sangat diperlukan sebagai bahan pelengkap bagi pendidik dalam melakukan evaluasi hasil belajar terhadap peserta didik.
5) Sosiometri
Sosiometri adalah suatu penilaian untuk menentukan pola pertalian dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Sehnggga sosiometri merupakan alat yag tepat untuk menilai hubungan sosial dan tingkah laku sosial dari murid-murid dalam suatu kelas, yang meliputi stuktur hubungan individu, susunan antar individu dan arah ubungan sosial. Sehingga dengan demikian seorang guru dapat mengetahui bagaimana keadaan hubungan social dari tiap-tiap anak dalam suatu kelompok atau kelas.
6) Rating scale atau skala bertingkat
Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka- angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi. Angka- angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain.
7) Daftar cocok
Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan kolom pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada jawaban yang ia anggap sesuai.
8) Riwayat hidup
Evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai objek evaluasi
sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut.
Pengembangan Penilaian yang Inovatif
Metode penilaian saat ini berkembang karena berubahnya hal-hal yang dianggap penting dalam proses belajar, seperti komunikasi dan penggunaan teknologi. Tidak semua hasil proses belajar dapat diukur dengan metode penilaian formal (tradisional) seperti ujian tertulis yang selama ini dipergunakan. Untuk itu diperlukan metode-metode penilaian yang baru, metode penilaian yang lebih inovatif untuk mengukur keberhasilan belajar siswa. Metode inovatif lebih menekankan pada:
• proses dari pada isi
• teknologi
• kerja sama
• komunikasi
• partisipasi aktif siswa
• aplikasi di lapangan.
Oleh karena itu, penilaian yang bersifat inovatif ini, yang juga dikenal dengan penilaian
informal biasanya muncul bersamaan dengan berlangsungnya proses belajar mengajar.
Metode penilaian inovatif menilai di antaranya melalui portfolio, jurnal siswa, concepts maps
(peta konsep), annotated classlist, pertanyaan-pertanyaan, student constructed test,Cognit ive
Process Checklist, kualitas afeksi siswa, dan penilaian siswa terhadap diri sendiri. Jurnal
berisi tentang catatan pelajaran siswa, data, ringkasan, pertanyaan, evaluasi, revisi, kritik dan
hal-hal lain yang berhubungan dengan proses belajar
B. Alat Penilaian Non Test
Ada beberapa alat penilaian yang sering digunakan dalam penilaian. Alat tersebut adalah skala penilaian, daftar cek, catatan anekdot, dan catatan kumulatif. Untuk lebih jelasnya diuraikan di bawah ini.
a. Skala Penilaian
Skala penilaian adalah alat penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cirri-ciri tertentu dan menentukan tingkat atau jumlah yang telah dicapai yang bersangkutan dengan jumlah atau ciri-ciri tertentu tersebut. Skala penilaian bisa digunakan dalam teknil wawancara, observasi, angket.
Menurut bentuknya skala penilaian dibedakan menjadi:
1. Bentuk kuantitatif
Skala penilaian bentuk kuantitatif adalah skala penilaian yang perbedaan tingkatnya
dibedakan dengan angka.
2. Bentuk desktiftif
Skala penilaian bentuk deskriptif adalah skala penilaian yang perbedaan tingkatnya
dibedakan dengan pernyataan.
b. Daftar cek
Daftar cek adalah alat penilaian non test yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cirri-ciri tertentu, tetapi tidak ada perbedaan tingkatan secara kuantitatif. Daftar cek ini bisa digunakan dalam teknik penilaian wawancara, observasi, angket.
Daftar cek dikerjakan dengan memberikan tanda cek (√) di samping ciri yang diamati dalam rangkaian tingkah laku atau hasil kerja yang sedang dinilai. Apabila cirri tersebut tidak ditemukan, maka dikosongkan.
Contoh:
Berilah tanda cek (√) pada stiap pernyataan di bawah ini, yang merupakan cirri dari
kebiasaan si Ani dalam mempelajari kesenian.
………… 1 Ani tidak menyukai kesenian
………… 2 Ani membersihkan tempat kerjanya setelah pelajaran Kesenian.
………… 3 Selama pelajaran ksenian, Ani belajar dengan baik dan menyelesaikan tugas
yang diberikan.
Catatan anekdot
Catatan anekdot adalah alat penilaian dengan cara mengumpulkan catatan-catatan kejadian khusus yang dibuat sebagai hasil pengamatan guru terhadap tingkah laku siswa yang dinilai. Catatan anekdot berguna untuk menelaah perkembangan individu siswa. Catatan anekdot harus memiliki syarat objektif, deskriptif, hendaknya mengemukakan situasi satu persatu dan selektif.
Catatan Anekdot yaitu catatan khusus mengenai hasil pengamatan tentang tingkah laku anak yang dianggap penting (istimewa). Catatan anekdot ini ada dua macam yaitu anekdot insidental, digunakan untuk mencatat peristiwa yang terjadi sewaktu-waktu, tidak terus- menerus. Sedangkan catatan anekdot periodik digunakan untuk mencatat peristiwa tertentu yang terjadi secara insedental dalam suatu periode tertentu. Catatan anekdot mempunyai kegunaan dalam melaksanakan observasi trerhadap tingkah laku anak. Kegunaanya untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang murid sebagai individu yang kompleks, memperoleh pemahaman tentang sebab-sebab dari suatu problema yang dihadapinya, dan dapat dijadikan dasar utuk pemecahan masalah anak dalam belajar.
d. Catatan kumulatif
Catatan kumulatif adalah alat penilaian yang bersumber dari kumpulan data tentang diri
seorang siswa. Catatan ini sering disebut data pribadi atau kartu pribadi, misalnya :
1. Identitas siswa
2. Keadaan siswa dan status social siswa, prestasi belajar,
3. Data riwayat kesehatan,
4. Hobby
5. Minat
6. Bakat umum dan khusus
7. Hasil bimbingan yang telah dilakukan
Syarat Alat Penilaian
Suatu alat penilaian haruslah memenuhi unsur-unsur validitas. Dalam hal ini alat penilaian harus valid, yang meliputi validitas: isi / kurikuler, ramalan, kesamaan. Di samping itu, alat penilaian juga harus reliabel. Reliabililitas alat penilaian bisa dilakukan dengan jalan : tes ulang, pecahan setara, belah dua. Alat penilaian juga harus praktis, artinya mudah dilaksanakan dan dipahami oleh siswa. Di samping itu suatu alat penilaian juga jangan terlalu sukar, tetapi sebaliknya juga jangan terlalu mudah. Atau dengan kata lain alat penilaian sebaiknya mempunyai taraf kesukaran yang sedang. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah alat penilaian harus bisa membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang tidak pandai. Ini berarti alat penilaian juga harus mempunyai daya pembeda yang tinggi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tehnik Nontes
Alat penilaian dapat berarti teknik evaluasi. Tehnik evaluasi nontes berarti melaksanakan penilain dengan tidak mengunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu maupun secara kelompok.
Alat penilaian yang non-test, yang biasanya menyertai atau inheren dalam pelaksanaan proses belajar mengajar sangat banyak macamnya. Di antaranya bisa disebutkan adalah observasi (baik dengan cara langsung, tak langsung, maupun partisipasi), wawancara (terstruktur atau bebas), angket (tertutup atau terbuka), sosiometri, checklist, concept map, portfolio, student
journal, pertanyaan-pertanyaan, dan sebagainya.
Keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar tidak dapat diukur dengan alat tes. Sebab masih banyak aspek-aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup objektifitas misalnya aspek efektif psikomotor.
Penggolongan Tehnik Nontes
1) Observasi
Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakuya. Secara umum observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.
Observasi dapat dilakukan pada berbagi tempat misalnya kelas pada waktu pelajaran, dihalaman sekolah pada waktu bermain, dilapangan pada waktu murid olah raga, upacara dan lain-lain.
a. Cara dan Tujuan Observasi
Menurut cara dan tujuannya observasi dapat dibedakan menjadi 3 macam:
1) Observasi partisipatif dan nonpartisipatif
Observasi partisipatif adalah observasi dimana orang yang mengobservasi (observer) ikut
ambil bagian alam kegiatan yang dilakukan oleh objek yang diamatinya. Sedangkan
observasi nonpartisipatif, observasi tidak mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh objeknya. Atau evaluator berada “diluar garis” seolah-olah sebagai penonton belaka. Contoh observasi partisipatif : Misalnya guru mengamati setiap anak. Kalau observasi nonpartisipatif, guru hanya sebagai pengamat, dan tidak ikut bermain.
2) Observasi sistematis dan observasi nonsitematis
Observasi sistematis adalah observasi yang sebelum dilakukan, observer sudah mengatur
sruktur yang berisi kategori atau kriteria, masalah yang akan diamati
Sedangkan observasi nonsistematis yaitu apabila dalam pengamatan tidak terdapat stuktur
ketegori yang akan diamati.
Contoh observasi sistematis misalnya guru yang sedang mngamati anak-anak menanam bunga. Disini sebelum guru melaksanakan observasi sudah membuat kategori-kategori yang akan diamati, misalnya tentang: kerajinan, kesiapan, kedisiplinan, ketangkasan, kerjasama dan kebersihan. Kemudian ketegori-kategori itu dicocokkan dengan tingkah laku murid dalam menanam bunga.
Kalau observasi nonsistematis maka guru tidak membuat kategori-kategori diatas, tetapi
langsung mengamati anak yang sedang menanam bunga.
3) Observasi Eksperimental
Observasi eksperimental adalah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif tetapi
sistematis. Tujuannya untuk mengetahui atau melihat perubahan, gejala-gejala sebagai
akibat dari situasi yang sengaja diadakan.
Sebagai alat evaluasi , observasi digunakan untuk:
a) Menilai minat, sikap dan nilai yang terkandung dalam diri siswa.
b) Melihat proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa maupun kelompok.
c) Suatu tes essay / obyektif tidak dapat menunjukan seberapa kemampuan siswa dapat menjelaskan pendapatnya secara lisan, dalam bekerja kelompok dan juga kemampuan siswa dalam mengumpulkan data
b. Sifat Observasi
Observasi yang baik dan tepat harus memilki sifat-sifat tertentu yaitu:
1. Hanya dilakukan sesuai dengan tujuan pengajaran
2. Direncanakan secara sistematis
3. Hasilnya dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan
4. Dapat diperika validitas, rehabilitas dan ketelitiaanya.
c. Kelebihan dan Kelemahan Observasi
Observasi sebagai alat penilain nontes, mempunyai beberapa kelebihan, antara lain:
1. Observasi dapat memperoleh data sebagai aspek tingkah laku anak.
2. Dalam observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu
gejala atau kejadian yang penting
3. Observasi dapat dilakukan untuk melengkapi dan mencek data yang diperoleh dari
teknik lain, misalnya wawancara atau angket
4. Observer tidak perlu mengunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek yang diamati, kalaupun menggunakan, maka hanya sebentar dan tidak langsung memegang peran.
Selain keuntungan diatas, observer juga mempunyai beberapa kelemahan, antara lain:
1. Observer tiidak dapat mengungkapkan kehidupan pribadi seseorag yang sangat dirahasiakan. Apabila seseorang yang diamati sengaja merahasiakan kehidupannya maka tidak dapat diketahui dengan observasi. Misalnya mengamati anak yang menyayi, dia kelihatan gembira, lincah . Tetapi belum tentu hatinya gembira, dan bahagia. Mungkin sebaliknya, dia sedih dan duka tetapi dirahasiakan.
2. Apabila si objek yang diobservasikan mengetahui kalau sedang diobservasi maka tidak
mustahil tingkah lakunya dibuat-buat, agar observer merasa senang.
3. Observer banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak dapat dapat dikontrol
sebelumya.
Langkah-langkah menyusun observasi :
1. Merumuskan tujuan
2. Merumuskan kegiatan
3. Menyusun langkah-langkah
4. Menyusun kisi-kisi
5. Menyusun panduan observasi
6. Menyusun alat penilaian
2) Wawancara (Interview)
Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali. wawancara dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada informasi-informasi yang diperlukan saja.
Wawancara adalah suatu tehnik penilain yang dilakukan dengan jalan percakapan (dialog) baik secara langsung (face to pace relition) secara langsung apabila wawancara itu dilakukan kepada orang lain misalnya kepada orang tuannya atau kepada temanya. Keberhasilan wawancara sebagai alat penilaian sangat dipengaruhi oleh beberapa hal :
a. Hubungan baik pewawancara dengan anak yang diwawancarai. Dalam hal ini
hendaknya pewawancara dapat menyesuikan diri dengan orang yang diwawancarai
b. Keterampilan pewawancara
Keterampilan pewawancara sangat besar pengaruhnya terhadap hasil wawancara yang dilakukan, karena guru perlu melatih diri agar meiliki keterampilan dalam melaksanakan wawancara.
c. Pedoman wawancara
Keberhasilan wawancara juga sangat dipengaruhi oleh pedoman yang dibuat oleh guru sebelum guru melaksanakan wawancara harus membuat pedoman-pedoman secara terperinci, tentang pertanyaan yang akan diajukan.
Langkah-langkah penyusunan wawancara :
1. Perumusan tujuan
2. Perumusan kegiatan atau aspek-aspek yang dinilai
3. Penyusunan kisi-kisi
4. Penyusunan pedoman wawancara
5. Lembaran penilaian
Kelebihan dan kelemahan wawancara
Kelebihan wawancara yaitu :
1. Wawancara dapat memberikan keterangan keadan pribadi hal ini tergantung pada
hubungan baik antara pewawancara dengan objek
2. Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah dalam pelaksaannya
3. Wawancara dapat dilaksanakan serempak dengan observasi
Data tentang keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat dibandingkan
dengan observasi dan angket.
4. Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara si pewawancara dengan
objek.
Sedangkan Kelemahan wawancara:
1. Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu
yang diwawancarai
2. Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksaan
wawancara
3. Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan sempurna dari
pewawancara
4. Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil
wawancara
Ada dua jenis wawancara yang dapat pergunakan sebagai alat evaluasi, yaitu:
a.Wawancara terpimpin (Guided Interview) yang juga sering dikenal dengan istilah
wawancara berstruktur (Structured Interview) atau wawancara sistematis (Systematic
Interview).
b.Wawancara tidak terpimpin (Un-Guided Interview) yang sering dikenal dengan istilah
wawancata sederhana (Simple Interview) atau wawancara tidak sistematis (Non-Systematic
Interview), atau wawancara bebas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan didalam guru sebagai pewawancara yaitu:
a.Guru yang akan mengadakan wawancara harus mempunyai back ground tentang apa
yang akan ditanyakan
b. Guru harus menjalankan wawancara dengan baik tentang maksud wawancara tersebut
c. Harus menjaga hubungan yang baik
d. Guru harus mempunyai sifat yang dapat dipercaya
e. Pertanyaan hendaknya dilakukan dengan hati-hati, teliti dan kalimatnya jelas
f. Hindarkan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya wawancara
g. Guru harus mengunakan bahasa sesuai kemampuan siswa yang menjadi sumber data
h. Hindari kevakuman pembicaraan yang terlalu lama
i. Guru harus mengobrol dalam wawancara
j. Batasi waktu wawancara
k. Hindari penonjolan aku dari guru
3) Angket (Questionaire)
Pada dasarnya angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Pada umumnya tujuan penggunaan angket atau kuesioner dalam proses pembelajaran terutama adalah untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka.
Angket sebagai alat penilaian nontes dapat dilaksanakan secara langsung maupun secara tidak langsung. Dilaksanakan secara langsung apabila angket itu diberikan kepada anak yang dinilai atau dimintai keterangan sedangkan dilaksanakan secara tidak langsung apabila nagket itu diberikan kepada orang untuk dimintai keterangan tentang keadaan orang lain. Misalnya diberikan kepada orangtuanya, atau diberikan kepada temannya.
Angket adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Dari segi yang memberikan jawaban, angket dibagi menjadi angket langsung angket tidak langsung. Angket langsung adalah angket yang dijawab langsung oleh orang yang diminta jawabannya. Sedangkan angket tidak langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan mengetahui si penjawab seperti contoh, apabila yang hendak dimintai jawaban adalah seseorang yang buta huruf maka dapat dibantu oleh anak, tetangga atau anggota keluarganya. Dan bila ditinjau dari segi cara menjawab maka angket terbagi menjadi angket tertutup dan angket terbuka. Angket tertututp adalah daftar pertanyaan yang memiliki dua atau lebih jawaban dan si penjawab hanya memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai. Sedangkan angket terbuka adalah daftar pertanyaan dimana si penjawab diperkenankan memberikan jawaban dan pendapatnya secara terperinci sesuai dengan apa yang ia ketahui.
Ditinjau dari strukturnya, angket dapat dibagi menadi 2 macam, yaitu angket berstuktur dan angket tidak berstuktur. Angket berstuktur adalah angket yang bersifat tegas, jelas, dengan model pertanyan yang terbatas, singkat dan membutuhkan jawaban tegas dan terbatas pula. Sedangkan angket tidak berstruktur adalah angket yang membutuhkan jawaban uraian panjang, dari anak, dan bebas. Yang biasanya anak dituntut untuk memberi penjelasan- penjelasan, alasan-alasan terbuka.
Angket sebagai alat penilaian terhadap sikap tingkah laku, bakat, kemampuan, minat anak,
mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan angket antara lain:
1. Dengan angket kita dapat memperoleh data dari sejumlah anak yang banyak yang hanya
membutuhkan waktu yang sigkat.
2. Setiap anak dapat memperoleh sejumlah pertanyaan yang sama
3. Dengan angket anak pengaruh subjektif dari guru dapat dihindarkan
Sedangkan kelemahan angket, antara lain:
1. Pertanyaan yang diberikan melalui angket adalah terbatas, sehingga apabila ada hal-hal
yang kurang jelas maka sulit untuk diterangkan kembali
2. Kadang-kadang pertanyaan yang diberikan tidak dijawab oleh semua anak, atau mungkin dijawab tetapi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Karena anak merasa bebas menjawab dan tidak diawasi secara mendetail.
3. Ada kemungkinan angket yang diberikan tidak dapat dikumpulkan semua, sebab banyak anak yang merasa kurang perlu hasil dari angket yang diterima, sehingga tidak memberikan kembali angketnya.
Langkah-langkah menyusun angket :
1. Merumuskan tujuan
2. Merumuskan kegiatan
3. Menyusun langkah-langkah
4. Menyusun kisi-kisi
5. Menyusun panduan angket
6. Menyusun alat penilaian
4). Pemeriksaan Dokumen (Ducumentary Analisis)
Evaluasi mengenai kemajuan, perkembangan atau keberhasilan belajar peserta didik tanpa menguji (tehnik nontes) juga dapat dilengkapi atau diperkaya dengan cara melakukan pemerikasaan terhadap dokumen-dokumen; misalnya dokumen yang memuat infomasi mengenai riwayat hidup (auto biography).
Riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subjek evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian kebiasaan atau sikap dari obyek yang dinilai.
Berbagai informasi, baik mengenai peserta didik, orangtua dan lingkungannya itu bukan tidak mungkin pada saat-saat tertentu sangat diperlukan sebagai bahan pelengkap bagi pendidik dalam melakukan evaluasi hasil belajar terhadap peserta didik.
5) Sosiometri
Sosiometri adalah suatu penilaian untuk menentukan pola pertalian dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Sehnggga sosiometri merupakan alat yag tepat untuk menilai hubungan sosial dan tingkah laku sosial dari murid-murid dalam suatu kelas, yang meliputi stuktur hubungan individu, susunan antar individu dan arah ubungan sosial. Sehingga dengan demikian seorang guru dapat mengetahui bagaimana keadaan hubungan social dari tiap-tiap anak dalam suatu kelompok atau kelas.
Langkah yang ditempuh guru dalam sosiometri ada 3 yaitu:
a) Langkah pemilihan teman
Disini guru menyuruh semua murid untuk memilih teman-temannya yang disenangi secara berurutan sebanyak satu atau dua anak. Dalam memilih anak perlu disebutkan alasan mengapa harus memilih teman itu.
Contoh:
Nama : Tono
Kelas : IIIA
Teman yang saya pilih:
1. Candra
Karena aktif belajar dan pandai
2. Sumarsono Karena tegas dalam berbicara
3. Nunung
Karena penurut
b) Langkah pembuatan tabel
Guru membuat tabel dalam materi tes sosiomentri dari data yang telah diperoleh dalam
langkah pemilihan teman.
Misalnya setiap anak memiliki 2 dari 6 orang
Dipilih
Pemilih
Andi
Ani
Ana
Susi
Sandi
Anto
Andi
11
Ani
11
Ana
221
Susi
21
Sandi
22
Anto
2
Pilihan
I
2
2
1
1
-
-
Pilihan
II
-
-
2
1
2
1
Jumlah
2
2
3
2
2
1
c) Langkah Pembuatan Gambar (Sosiogram)
Dari data yang telah kita buat dalam metrik sosiometri, dapat pula kita buat sebuah peta atau sosiogram. Dalam pembuatan sosiogram usahakan anak yang paling banyak dipilih diletakan ditengah-tengah, agar dapat mudah diketahui siapa yang paling banyak dipilih.
Dengan melihat hasil sosiometri kita dapat mengetahui bagaimana kedudukan dan relasi sosial dari masing-masing anak dalam kelompok. Sehingga hasil dari sosiogram ini dapat dibuat pertimbangan untuk menilai sikap sosial anak dan kepribadiannya dalam kelompok. Sosiometri sebagai alat penilaian nontes sangat berguna bagi guru dalam beberapa hal, antara lain:
1. Untuk pembentukan kelompok dalam menentukan kelompok kerja (pembagian tugas)
2. Untuk pengarahan dinamika kelompok
3. Untuk memperbaiki hubungan individu dalam kelompok dan memberi bimbingan kepada
setiap anak.
Dari uraian tersebut diatas dapatlah dipahami, bahwa dalam rangka hasil evaluasi hasil belajar peserta didik, evaluasi tidak harus semata-mata dilakukan denan mengunakan alat berupa tes- tes hasil belajar. Teknik-teknik nontes juga menempati kedudukan yang penting dalam rangka evaluasi hasil belajar, lebih-lebih evaluasi yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan peserta didik, seperti persepsinya terhadap guru, minatnya, bakatnya, tingkah laku atau sikapnya, dan sebagainya, yang kesemuannya itu tidak mungkin dievaluasi dengan mengunakan tes sebagai alat pengukurnya.
6) Rating scale atau skala bertingkat
Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka- angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi. Angka- angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain.
7) Daftar cocok
Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan kolom pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada jawaban yang ia anggap sesuai.
8) Riwayat hidup
Evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai objek evaluasi
sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut.
Pengembangan Penilaian yang Inovatif
Metode penilaian saat ini berkembang karena berubahnya hal-hal yang dianggap penting dalam proses belajar, seperti komunikasi dan penggunaan teknologi. Tidak semua hasil proses belajar dapat diukur dengan metode penilaian formal (tradisional) seperti ujian tertulis yang selama ini dipergunakan. Untuk itu diperlukan metode-metode penilaian yang baru, metode penilaian yang lebih inovatif untuk mengukur keberhasilan belajar siswa. Metode inovatif lebih menekankan pada:
• proses dari pada isi
• teknologi
• kerja sama
• komunikasi
• partisipasi aktif siswa
• aplikasi di lapangan.
Oleh karena itu, penilaian yang bersifat inovatif ini, yang juga dikenal dengan penilaian
informal biasanya muncul bersamaan dengan berlangsungnya proses belajar mengajar.
Metode penilaian inovatif menilai di antaranya melalui portfolio, jurnal siswa, concepts maps
(peta konsep), annotated classlist, pertanyaan-pertanyaan, student constructed test,Cognit ive
Process Checklist, kualitas afeksi siswa, dan penilaian siswa terhadap diri sendiri. Jurnal
berisi tentang catatan pelajaran siswa, data, ringkasan, pertanyaan, evaluasi, revisi, kritik dan
hal-hal lain yang berhubungan dengan proses belajar.
1.Annotated Classlist (Daftar Informasi Siswa di dalam Kelas)
Annotated Classlist adalah suatu daftar yang memberikan cara sistematis untuk mengamati
siswa di dalam kelas. Komponen yang diamati adalah : tingkah laku, ketrampilan, sikap, dan
perhatian.
2.Student-constructed Test (Test yang Dikonstruksi oleh Siswa)
Student-constructed Test adalah siswa diminta guru untuk membuat daftar pertanyaan
(termasuk jawabannya) pada suatu mata pelajaran yang akan diuji. Guru memilih pertanyaan
dari daftar pertanyaan tersebut dan dikeluarkan dalam test.
3.Cognitive Process Checklist (Daftar Proses Ketrampilan Kognitif)
Cognitive Process Checklist melakukan penilaian dengan matriks yang terdiri dari nama-
nama siswa dan kata-kata yang berhubungan dengan keterampilan kognitif seperti : mengklasifikasikan, membuat hipotesis, membuat kesimpulan, menguraikan, mensintesis, mengevaluasi, merencanakan, menyelesaikan masalah.
4. Concept Maps
Concept maps (peta konsep) adalah proses identifikasi konsep-konsep yang terdapat pada
suatu ilmu dan pengorganisasian konsep-konsep tersebut ke dalam bentuk dua dimensi yang disusun secara berurutan dari yang umum ke yang lebih spesifik. Hubungan antara konsep- konsep tersebut dinyatakan dengankata atauprasa. Kerja concept maps biasanya muncul di dalambrainstorming terhadap materi yang sedang diajarkan. Para siswa dapat mengurutkan atau mengatur konsep-konsep secara hirarkis dalam papan tulis atau buku / lembar kerja. Kemudian konsep-konsep itu dihubungkan dengan satu atau lebih konsep yang lain dengan
kataatau prasa yang menjelaskan hubungan antara konsep tersebut.
Concept maps dapat digunakan untuk :
• revisi topik atau materi
• memotivasi siswa
• menguatkan ide tentang suatu topik atau materi
• membangun diskusi tentang suatu topik
• membuat urutan ide dalam suatu topik atau materi
• klarifikasi konsep-konsep
Langkah-langkah untuk membuat concept maps dapat dijelaskan sebagai berikut.
Pertama-tama guru memilih materi yang relevan. Map (peta) direncanakan memang relevan untuk menjelaskan konsep dari materi yang akan diajarkan. Langkah yang kedua para siswa melakukan brainstorming terhadap materi, dan membuat daftar dari konsep-konsep yang ada pada materi tersebut. Kemudian urutkan konsep-konsep yang ada ke dalam yang sifatnya umum (sangat penting) ke konsep-konsep yang sifatnya khusus (kurang penting). Berikutnya, letakkan konsep yang sangat umum (sangat penting) pada bagian paling atas, berturut-turut kemudian untuk konsep yang lebih spesifik (kurang penting) di bawahnya. Akhirnya, hubungkan antara konsep yang ada dengan kata atau prasa yang mengidentifikasikan hubungan antara konsep tersebut. Bila mungkin, bisa juga dicari hubungan antara konsep yang sifatnya cross.
5.Portfolio
Portfolio adalah kumpulan hasil pekerjaan siswa dalam suatu topik tertentu. Isi portofolio dapat berupa data, analisis data, gambar, diagram, contoh-contoh, problem solving, kuis dan lain lain. Dalam pengerjaan portfolio memungkinkan siswa untuk menunjukkan kemampuannya. Contoh portfolio yang paling sederhana adalah map dengan kumpulan- kumpulan bukti yang dapat berupa :
a.artefact, yaitu dokumen yang dihasilkan selama proses belajar seperti laporan
praktikum, pekerjaan rumah, proyek penelitian
b.reproduksi, yaitu foto, film, artikel, buku, copy
c.attestation, dokumen siswa yang disiapkan oleh orang lain seperti orang tua, teman,
guru
d.produksi, yaitu dokumen yang khusus dibuat untuk pengerjaan portofolio.
Struktur portfolio ini meliputi :
1. Tema/Judul
2. Tujuan
3. Daftar isi
4. Bukti-bukti dan keterangannya
5. Kesimpulan
6. Refleksi
Dengan struktur seperti itu, bisa dikatakan bahwa portfolio adalah semacam paper atau lembar kerja, bisa juga semacam kliping yang berisi tentang pembuktian terhadap topik yang ditugaskan oleh guru. Hanya saja dalam proses pengerjaannya siswa selalu dapat berkonsultasi dengan guru tentang bukti-bukti yang mendukung dari topik yang dipilih. Bukti-bukti itu bisa berupa artefact, reproduksi, attestation, dan produksi. Dengan demikian dari waktu ke waktu guru bisa menilai kemajuan dan kemampuan siswa dalam mencari bukti pendukung terhadap suatu topik yang ditugaskan. Yang terpenting dari kerja portfolio adalah kemampuan siswa memberikan atau menjelaskan bukti-bukti yang diperoleh (struktur ke 4 dari portfolio). Dari penjelasan siswa ini guru akan mengetahui betul kemampuan siswa di dalam menjawab suatu masalah dengan bukti pendukungya. Di samping itu, refleksi dari siswa (struktur ke 6 dari portfolio) juga sangat membantu guru untuk mengetahui akan kemampuan mengekspresikan tema yang ada di dalam aplikasi atau pengembangan keilmuan berikutnya. Penjelasan dan bukti-bukti yang disusun siswa bisa juga disajikan dalam bentuk concept maps.
Portfolio dievaluasi dengan cara :
Pertemuan teratur siswa dan guru untuk menilai kemajuan pengerjaan portfolio Menentukan standar atau kriteria tertentu, dan menilai apakah bukti yang dikumpulkan sesuai dengan kriteria pengorganisasian bukti Substansi materi portfolio secara keseluruhan.
6. Pertanyaan-Pertanyaan
Selama berlangsungnya proses belajar mengajar, guru dapat memberikan pertanyaan- pertanyaan kepada para siswanya. Pertanyaan lisan dan tertulis dapat memberikan informasi yang kaya sebagai bahan penilaian. Menurut Sullivan (1987) pertanyaan yang “baik” bersifat :
♦ Mendalam (lebih dalam dari mengingat dan reproduksi)
♦ Mendidik
♦ Terbuka atau dapat menerima beberapa jawaban
Melalui pertanyaan yang baik akan terbentuk dialog antara guru dan siswa sehingga guru dapat mengetahui apa yang sudah diketahui dan yang belum diketahui siswa. Senada dengan Sullivan, Paul Swan (1995) juga telah menyarankan bahwa untuk merangsang berpikir siswa hendaknya para guru di dalam proses belajar mengajarnya meninggalkan pertanyaan- pertanyaan yang bersifat tertutup. Untuk itu hendaknya para guru harus lebih banyak mengajukan pertanyaan yang bersifat terbuka, bahkan bila mungkin pertanyaan itu mengarah ke investigasi. Hampir senada dengan Paul Swan, Piet Speyers (1991) juga mengatakan bahwa pertanyaan yang baik adalah yang mengarah pada kegiatan problem solving dalam setiap pembelajarannya. Beberapa contoh pertanyaan yang bersifat terbuka dan mengarah ke investigasi (dalam matematika) bisa disebutkan misalnya :
1.sebuah persegi panjang mempunyai luas 48 meter persegi, berapa kemungkinan
keliling persegi panjang tersebut ?
2.sebuah persegi panjang mempunyai keliling 40 meter, berapa kemungkinan luas
persegi panjang tersebut ?
3.empat buah bilangan mempunyai rata-rata 24,5; berapa saja kemungkinannya bilangan-
bilangan tersebut ?
4. gambarkan sebuah segitiga yang mempunyai luas 12 cm2 ?
Sementara itu, berkaitan dengan materi pembelajarannya, David Clarke (1997) menyarankan tigal jenis pertanyaan yang bisa dikembangkan seorang guru. Pertama, pertanyaan hendaknya merangsang dayaabstraksi siswa. Kedua, pertanyaan harus memperhatikan
konstektualitas materi yang sedang dipelajari, dan akhirnya pertanyaan hendaknya
memperhatikan segike terhubungan antar konsep yang telah dan sedang dipelajari dengan problem keseharian. Dengan mengajukan pertanyaan semacam itu, Clarke mengatakan bahwa guru telah menjadikan materi pembelajarannya menjadi semakin sempurna. Misalnya dalam proses perpelajaranan guru bisa meminta siswa mendiskusikan dan mencari solusinya dari informasi Bank Dunia sebagai berikut :
“Penduduk kota Besar B bertambah dengan 1 juta orang setiap minggunya, dan akan
menjadi lebih dari separo penduduk dunia dalam jangka waktu sepuluh tahun”.
Kemudian guru bisa meminta para siswa dengan pertanyaan misalnya :
Gambarkan suatu grafik yang menggambarkan informasi dari Bank Dunia tersebut ?
Dari informasi tersebut, representasikan dalam suatu tabel, dan bila mungkin buatlah suatu persamaan yang menggambarkan informasi tersebut. Diskusikan cara mana yang lebih tepat untuk merepresentasikan informasi Bank Dunia tersebut ?.
Metode penilaian inovatif dapat diterapkan pada sistem belajar mengajar kita.
Kelebihan metode tersebut adalah :
1.lebih memberikan bukti kinerja siswa sebagai bahan penilaian
2. lebih adil dalam menilai
3. membangun cara bepikir kritis
4.meningkatkan kemampuan siswa baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor
5.siswa lebih terlibat dalam pengerjaan tugas-tugasnya.
Kekuranganya :
1.lebih banyak waktu yang dibutuhkan siswa untuk memberikan bukti sebagai bahan
penilaian
2.lebih banyak waktu yang dibutuhkan guru untuk mendapatkan bukti bahan penilaian
yang didapatkan dari keterlibatan dalam proses pengerjaan tugas yang dikerjakan
siswa dan dari hasil akhir pekerjaan siswa.
7. Penilaian kualitas afeksi siswa
Penilaian kualitas afeksi siswa dilakukan dengan matriks yang terdiri dari nama-nama siswa dan kata-kata yang berhubungan dengan afeksi siswa seperti : kemauan, kesabaran, keingintahuan, kontrol diri, pertimbangan, kebebasan, harga diri, toleransi, kesedian menerima pendapat, kemampuan untuk berpartisipasi dalam kelompok.
Pengukuran Domain Afektif
Mengacu klasifikasi domain tujuan pendidikan menjadi domain kognitif, afektif, dan psikomotor, maka untuk mencapai tujuan ketiga domain tersebut diperlukan instrumen yang valid untuk mengukur pencapaian ketiga domain tersebut. Pengukuran domain afektif tidak semudah mengukur domain kognitif. Pengukuran domain afektif tidak dapat dilakukan setiap saat (dalam arti pengukuran formal) karena perubahan tingkah laku peserta didik dapat berubah sewaktu-waktu. Pembentukan sikap seseorang memerlukan waktu yang relatif lama.
Dalam skala nasional (dengan mengacu kepada tujuan pendidikan nasional) domain
atau ranah afektif memiliki cakupan lebih banyak dibandingkan dengan domain atau ranah
kognitif dan psikomotor. Penjabaran tujuan pendidikan nasional ke dalam tujuan jenjang dan satuan pendidikan, kelompok mata pelajaran hingga tujuan mata pelajaran, tidak terlepas dengan tujuan pendidikan nasional, hanya proporsi dari masing-masing domain tersebut tidak sama untuk masing-masing mata pelajaran. Kelompok mata pelajaran pendidikan agama dan akhlak mulia memiliki porsi lebih banyak domain afektifnya dibanding kelompok mata pelajaran yang lainnya.
Domain afektif dijabarkan menjadi 5 level, yaitu penerimaan, partisipasi, penentuan sikap, organisasi, dan pembentukan pola hidup. Untuk memudahkan dalam memilah kata kerja yang cocok untuk masing-masing level tersebut. Menurut Suharsimi, terdapat beberapa skala sikap yang dapat dipergunakan untuk mengukur domain afektif, di antaranya sebagai berikut.
a.Skala Likert; skala ini disusun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh lima
respon yang menunjukkan tingkatan. Misalnya: SS (sangat setuju), S (setuju), TB (tidak
berpendapat/abstain), TS (tidak setuju), STS (sangat tidak setuju).
b.Skala Pilihan Ganda; skala ini dikembangkan oleh Inkels, seorang ahli penilaian di
Stanford University. Skala ini bentuknya seperti soal bentuk pilihan ganda, yaitu terdiri
dari sejumlah pertanyaan yang diikuti oleh sejumlah alternatif jawaban.
c.Skala Thurstone; skala ini mirip dengan skala Likert karena merupakan suatu instrumen
yang pilihan jawabannya menunjukkan tingkatan. Perbedaan skala Thurstone dengan skala Likert, pada skala Thurstone rentang skala yang disediakan lebih dari lima pilihan, dan disarankan sekitar sepuluh pilihan jawaban (misalnya dengan rentang angka 1 s/d 11 atau a s/d k). Jawaban di tengah adalah netral, semakin ke kiri semakin tidak setuju, sebaliknya semakin ke kanan semakin setuju.
d.Skala Guttman; skala ini sama dengan yang disusun oleh Bogardus, yaitu berupa tiga
atau empat buah pertanyaan yang masing-masing harus dijawab “ya” atau “tidak”. Pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan tingkatan yang berurutan sehingga bila responden setuju pernyataan nomor 2, diasumsikan setuju nomor 1, selanjutnya jika responden setuju dengan pernyataan nomor 3, berarti setuju penyataan nomor 1 dan 2. Contoh:
1). Saya mengizinkan anak saya bermain ke tetangga.
2). Saya mengizinkan anak saya pergi ke mana saja ia mau.
3). Saya mengizinkan anak saya pergi kapan saja dan ke mana saja.
4). Anak saya bebas pergi ke mana saja tanpa minta izin terlebih dahulu.
e. Semantic Differensial; instrumen ini disusun oleh Osgood dan kawan-kawan
dipergunakan untuk mengukur konsep-konsep untuk tiga dimensi. Dimensi-dimensi
yang ada diukur dalam kategori; baik-tidak baik, kuat-lemah, dan cepat-lambat atau
aktif-pasif, atau dapat juga berguna-tidak berguna.
Dengan mengacu pada pembagian skala data menjadi empat, yaitu skala data nominal, ordinal, interval, dan rasio, Augusty Ferdinan mengemukan teknik pengukuran untuk masing-masing skala data tersebut.
1. Pengukuran Data Nominal
Untuk mengukur data nominal dapat menggunakan pertanyaan dengan sejumlah pilihan tertentu, atau pertanyaan dengan diakhiri titik-titik kosong, responden diminta untuk menulis jawaban yang sesuai dengan keadaannya. Pemberian angka pada kategori jawaban respon sematamata sebagai identitas atau tanda tertentu.
2. Pengukuran Data Ordinal
a. Forced Ranking; dalam teknik ini seseorang (responden) diminta untuk memberikan
ranking pada sejumlah pilihan tertentu yang disediakan. Contoh: Mohon saudara
memberikan ranking preferensi terhadap 5 perguruan tinggi agama Islam berikut. Berikan
angka 1 untuk yang paling diminati, 2 untuk yang paling diminati berikutnya, hingga angka
5 untuk yang paling tidak diminati:
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta……………
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta…………….
Universitas Islam Negeri Malang……………………………………….
Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang………………
Institut Agama Islam Sunan Ampel Surabaya ……………………..
b. Semantic Scale; teknik ini dipergunakan untuk menghasilkan respon terhadap sebuah
stimuli, yang disajikan dalam kategori semantik dan menyatakan sebuah tingkatan sifat
atau keterangan tertentu.
c. Summated (Likert) Scale; skala Likert adalah sebuah ekstensi dari skala semantik,
perbedaan utamanya adalahpertama, skala ini menggunakan lebih dari satu item pertanyaan, di mana beberapa pertanyaan digunakan untuk menjelaskan sebuah konstruksi, lalu jawabannya dijumlahkan oleh karenanya disebut summated scala. Kedua, skala ini dikalibrasi dengan cara jawaban yang netral diberi kode “0”.
3. Pengukuran Data Interval
a. Bipolar Adjective; skala ini merupakan penyempurnaan dari semantic scale,dengan
harapan agar respons yang dihasilkan dapat merupakan intervally scaled data. Caranya
adalah dengan memberikan hanya dua kategori ekstrim. b. Agree-Disagree Scale; skala ini merupakan salah satu bentuk lain dari bipolar adjective,
dengan mengembangkan pertanyaan yang menghasilkan jawaban setuju–tidak setuju
dalam berbagai rentang nilai.
c. Continous Scale; skala ini merupakan salah satu teknik pengukur data untuk
menghasilkan data interval, di mana responden diminta untuk memberikan jawaban pada
garis yang ditentukan,
dan setelah itu peneliti pengukur posisi yang dipilih oleh responden untuk menghasil skor
tertentu.
d. Equal With Interval; teknik ini dipergunakan dengan menanyakan responden termasuk
ke dalam kategori mana pandangan mereka dapat diletakkan. Bila rentang yang digunakan
tidakequal, maka data yang dihasilkan cenderung merupakan data ordinal.
b. Constant Sum Scale (Skala Berjumlah Konstan); skala ini dapat dipergunakan untuk
mengetahui preferensi konsumen atas beberapa jenis sesuai dengan konstruk tertentu.
c. Reference Alternative (Alternatif Rujukan), yaitu dengan menentukan sebuah acuan
rujukan, dan penilaian diberikan dengan membandingkan pada acuan yang dirujuk
tersebut. Teknik ini disebut juga dengan magnitude scaling.
Bila buku agama dinilai 100, berapa nilai yang saudara berikan pada alternatif berikut:
1. buku cerita =………………..
2. buku ilmiah =………………..
3. majalah =………………..
4. koran =………………..
B. Alat Penilaian Non Test
Ada beberapa alat penilaian yang sering digunakan dalam penilaian. Alat tersebut adalah skala penilaian, daftar cek, catatan anekdot, dan catatan kumulatif. Untuk lebih jelasnya diuraikan di bawah ini.
a. Skala Penilaian
Skala penilaian adalah alat penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cirri-ciri tertentu dan menentukan tingkat atau jumlah yang telah dicapai yang bersangkutan dengan jumlah atau ciri-ciri tertentu tersebut. Skala penilaian bisa digunakan dalam teknil wawancara, observasi, angket.
Menurut bentuknya skala penilaian dibedakan menjadi:
1. Bentuk kuantitatif
Skala penilaian bentuk kuantitatif adalah skala penilaian yang perbedaan tingkatnya
dibedakan dengan angka.
Contoh dalam diskusi kelompok, apabila peserta memiliki sifat di bawah ini secara
sempurna lingkarilah angka 10 dan apabila tidak sama sekali, lingkari angka 1.
Kerjasama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Partisipasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Inisiatif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2. Bentuk desktiftif
Skala penilaian bentuk deskriptif adalah skala penilaian yang perbedaan tingkatnya
dibedakan dengan pernyataan.
Contoh berilah tanda cek (√) di depan pernyataan yang merupakan sifat yang dimiliki
peserta diskusi kelompok.
Partisipasi :
……….. Tidak partisipasi aktif dalam kelompok
……….. kadang-kadang partisipasi
……….. berpartisipasi aktif
……….. sangat partisipasi dalam kelompok
3. Bentuk grafis
Skala penilaian dalam bentuk grafis adalah skala penilaian yang tingkatannya dimasukkan ke dalam kotak-kotak, dimana yang menilai member tanda cheek list pada kotak tersebut.
b. Daftar cek
Daftar cek adalah alat penilaian non test yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cirri-ciri tertentu, tetapi tidak ada perbedaan tingkatan secara kuantitatif. Daftar cek ini bisa digunakan dalam teknik penilaian wawancara, observasi, angket.
Daftar cek dikerjakan dengan memberikan tanda cek (√) di samping ciri yang diamati dalam rangkaian tingkah laku atau hasil kerja yang sedang dinilai. Apabila cirri tersebut tidak ditemukan, maka dikosongkan.
Contoh:
Berilah tanda cek (√) pada stiap pernyataan di bawah ini, yang merupakan cirri dari
kebiasaan si Ani dalam mempelajari kesenian.
………… 1 Ani tidak menyukai kesenian
………… 2 Ani membersihkan tempat kerjanya setelah pelajaran Kesenian.
………… 3 Selama pelajaran ksenian, Ani belajar dengan baik dan menyelesaikan tugas
yang diberikan.
c. Catatan anekdot
Catatan anekdot adalah alat penilaian dengan cara mengumpulkan catatan-catatan kejadian khusus yang dibuat sebagai hasil pengamatan guru terhadap tingkah laku siswa yang dinilai. Catatan anekdot berguna untuk menelaah perkembangan individu siswa. Catatan anekdot harus memiliki syarat objektif, deskriptif, hendaknya mengemukakan situasi satu persatu dan selektif.
Catatan Anekdot yaitu catatan khusus mengenai hasil pengamatan tentang tingkah laku anak yang dianggap penting (istimewa). Catatan anekdot ini ada dua macam yaitu anekdot insidental, digunakan untuk mencatat peristiwa yang terjadi sewaktu-waktu, tidak terus- menerus. Sedangkan catatan anekdot periodik digunakan untuk mencatat peristiwa tertentu yang terjadi secara insedental dalam suatu periode tertentu. Catatan anekdot mempunyai kegunaan dalam melaksanakan observasi trerhadap tingkah laku anak. Kegunaanya untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang murid sebagai individu yang kompleks, memperoleh pemahaman tentang sebab-sebab dari suatu problema yang dihadapinya, dan dapat dijadikan dasar utuk pemecahan masalah anak dalam belajar.
d. Catatan kumulatif
Catatan kumulatif adalah alat penilaian yang bersumber dari kumpulan data tentang diri
seorang siswa. Catatan ini sering disebut data pribadi atau kartu pribadi, misalnya :
1. Identitas siswa
2. Keadaan siswa dan status social siswa, prestasi belajar,
3. Data riwayat kesehatan,
4. Hobby
5. Minat
6. Bakat umum dan khusus
7. Hasil bimbingan yang telah dilakukan
Syarat Alat Penilaian
Suatu alat penilaian haruslah memenuhi unsur-unsur validitas. Dalam hal ini alat penilaian harus valid, yang meliputi validitas: isi / kurikuler, ramalan, kesamaan. Di samping itu, alat penilaian juga harus reliabel. Reliabililitas alat penilaian bisa dilakukan dengan jalan : tes ulang, pecahan setara, belah dua. Alat penilaian juga harus praktis, artinya mudah dilaksanakan dan dipahami oleh siswa. Di samping itu suatu alat penilaian juga jangan terlalu sukar, tetapi sebaliknya juga jangan terlalu mudah. Atau dengan kata lain alat penilaian sebaiknya mempunyai taraf kesukaran yang sedang. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah alat penilaian harus bisa membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang tidak pandai. Ini berarti alat penilaian juga harus mempunyai daya pembeda yang tinggi.
KESIMPULAN
Teknik evaluasi nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak mengunakan tes. Tehnik evaluasi ini umumnya untuk menilai keperibadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap social, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidkan baik individual maupun secara kelompok.
Tekhnik nontes terdiri atas ; Observasi (pengamatan), Wawancara (interview), Angket (Questionave), Pemeriksaan Dokumen (Dukomentary Analisis), dan Sosiometri. Tiap-tiap metode penilaian memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi pada dasarnya dapat diterapkan (disesuaikan) pada semua mata pelajaran pada sistem belajar mengajar kita. Akhirnya, aktivitas penilaian yang baik adalah identik dengan aktivitas pengajaran yang baik.
Mengacu klasifikasi domain tujuan pendidikan menjadi domain kognitif, afektif, dan psikomotor, maka untuk mencapai tujuan ketiga domain tersebut diperlukan instrumen yang valid untuk mengukur pencapaian ketiga domain tersebut. Pengukuran domain afektif tidak semudah mengukur domain kognitif. Pengukuran domain afektif tidak dapat dilakukan setiap saat karena perubahan tingkah laku peserta didik dapat berubah sewaktu-waktu. Pembentukan sikap seseorang memerlukan waktu yang relatif lama.
Untuk mengukur domain afektif dan sebagian psikomotor diperlukan pengembangan instrumen evaluasi nontes (alternative test). Pengembangan instrumen ini relatif lebih sulit dibandingkan dengan pengembangan instrumen evaluasi tes. Untuk itu, diperlukan kajian yang seksama dalam menurunkan serta menjabarkan domain afektif ke dalam aspek-aspek yang spesifik untuk dapat mengembangkan instrumen yang valid dan reliabel.
Ada beberapa alat penilaian yang sering digunakan dalam penilaian. Alat tersebut adalah
skala penilaian, daftar cek, catatan anekdot, dan catatan kumulatif.



























